Gigi Sensitif: Apa Penyebabnya dan Kapan Perlu ke Dokter Gigi?
Artikel Gigi

Gigi Sensitif: Apa Penyebabnya dan Kapan Perlu ke Dokter Gigi?

ditinjau oleh: drg. Ellizabeth Yunita, Sp.KG.

Bingung mau pilih klinik gigi Bandung atau dokter gigi Bandung? Jika Sobat My Dental mengalami gigi sensitif, seperti gigi ngilu saat minum dingin atau panas, ngilu saat makan manis atau asam, maupun ngilu saat sikat gigi, dokter gigi Bandung dapat membantu mencari penyebabnya. Penyebab gigi sensitif beragam, mulai dari enamel menipis dan akar gigi terbuka hingga gigi berlubang, retak, atau tambalan aus.

Jadi, gigi ngilu tapi tidak berlubang pun tetap perlu diperiksa jika keluhannya berulang. Terutama bila gigi sensitif hanya pada satu gigi, ngilu menetap, atau makin berat. Untuk mengetahui cara mengatasi gigi sensitif yang sesuai, konsultasikan keluhan Anda di Klinik Utama My Dental, klinik gigi spesialis Bandung. Yuk, kita bedah mengenai gigi sensitif, penyebab gigi sensitif, kapan gigi sensitif perlu ke dojter gigi satu per satu supaya kamu bisa mendapatkan perawatan gigi sensiti Bandung paling cocok!

Apa itu gigi sensitif?

Gigi sensitif adalah rasa tidak nyaman atau nyeri yang muncul sebagai respons terhadap pemicu tertentu, misalnya udara dingin, minuman panas, makanan manis atau asam, dan sentuhan. Rasa ngilu yang singkat setelah pemicu berhenti sering berkaitan dengan dentin yang terpapar. Namun, gejala saja tidak cukup untuk memastikan penyebabnya (sumber: American Dental Association (ADA))

Apa penyebab gigi sensitif?

Penyebab gigi sensitif beragam. Gigi ngilu saat minum dingin atau panas, makan makanan manis atau asam, maupun saat sikat gigi dapat berkaitan dengan:

  • Gigi berlubang atau kerusakan gigi.
  • Gigi retak atau patah.
  • Tambalan gigi yang aus atau rusak.
  • Masalah pada gusi, termasuk gusi yang turun.
  • Enamel gigi yang terkikis atau menipis.
  • Akar gigi yang terbuka.

Pada gigi sehat, enamel melindungi mahkota gigi, bagian yang terlihat di atas garis gusi. Akar gigi di bawah garis gusi dilindungi sementum. Di bawah enamel dan sementum terdapat dentin, lapisan yang memiliki saluran-saluran mikroskopis.

Ketika enamel menipis atau akar gigi terbuka, dentin kehilangan sebagian perlindungannya. Rangsangan seperti dingin, panas, makanan asam atau lengket dapat memicu rasa ngilu. Gusi yang turun juga dapat membuat akar gigi lebih terbuka dan sensitif.

Karena itu, gigi ngilu tapi tidak berlubang tetap bisa disebabkan oleh enamel yang terkikis, akar gigi terbuka, atau masalah gusi. (sumber : ADA: Sensitive Teeth)

Jika gigi sensitif hanya pada satu gigi, terasa saat menggigit, sering kambuh, atau tidak membaik, periksakan ke dokter gigi untuk mengetahui penyebabnya. Warga yang mencari dokter gigi Bandung atau klinik gigi spesialis Bandung dapat berkonsultasi di Klinik Utama My Dental.

Cari tahu lebih banyak mengenai kapan kita ke dokter gigi melalui artikel ini: “”.

Cara Mendiagnosis Gigi Sensitif

Jika kamu mengalami beberapa gejala yang terkait dengan gigi sensitif, sebaiknya segera lakukan pemeriksaan kesehatan pada dokter gigi Bandung. Dokter dapat melakukan pemeriksaan gigi yang dapat memicu kondisi ini, seperti gigi berlubang, gigi retak, hingga gangguan kesehatan pada gusi.

Dokter gigi spesialis Bandung akan menyentuh gigi untuk memeriksa sensitivitas dari gigi tersebut. Selain itu, dokter gigi bandung juga bisa melakukan pemeriksaan penunjang, seperti rontgen gigi untuk memastikan penyebab gigi sensitif.

Kapan gigi sensitif perlu diperiksa dokter gigi?

Buat janji pemeriksaan jika:

  • Rasa ngilu sering berulang atau tidak membaik.
  • Nyeri makin berat, muncul tanpa pemicu, atau bertahan setelah pemicu dihilangkan.
  • Hanya satu gigi yang terasa ngilu, terutama saat menggigit.
  • Ada gigi patah atau retak, tambalan lepas, lubang, gusi bengkak, atau gusi berdarah.
  • Keluhan mengganggu makan, minum, tidur, atau menyikat gigi.

Segera cari pertolongan jika sakit gigi disertai demam atau pembengkakan wajah maupun rahang. Pembengkakan yang membuat sulit bernapas, berbicara, atau menelan membutuhkan pertolongan darurat. (sumber: NHS: Dental abscess)

Cari tahu lebih banyak tentang Gigi Berlubang melalui artikel: ""

Cara meredakan gigi sensitif di rumah

Sambil menunggu pemeriksaan atau memantau keluhan ringan, Sobat My Dental dapat:

  1. Menyikat gigi dengan sikat berbulu lembut dan tekanan ringan.
  2. Menggunakan pasta gigi berfluorida, pasta gigi khusus gigi sensitif dapat membantu mengurangi rasa ngilu bila digunakan rutin sesuai petunjuk produk.
  3. Menghindari sementara pemicu yang jelas memperparah keluhan, seperti makanan atau minuman yang sangat dingin, panas atau asam.
  4. Tetap menjaga kebersihan gigi dan mulut, tanpa menggosok bagian yang sensitif dengan keras.

Jangan menganggap pasta gigi sensitif sebagai pengganti pemeriksaan jika keluhan menetap atau memburuk. Pilihan penanganan dokter gigi bergantung pada penyebabnya dan dapat meliputi aplikasi bahan desensitisasi atau fluorida, perbaikan tambalan, maupun perawatan lain sesuai hasil pemeriksaan. (sumber: ADA: Sensitive Teeth)

Cara Mencegah Gigi Sensitif

Berikut pencegahannya yang bisa kamu lakukan, yaitu:

1. Rutin membersihkan gigi

Gigi sensitif atau dentin hypersensitive dapat diatasi dengan rutin membersihkan gigi. Jangan lupa untuk selalu menyikat gigi dengan cara yang tepat. Kamu bisa menggunakan bulu sikat yang lembut dan pemilihan pasta gigi yang tepat.

Melansir dari Journal of Dentistry dengan judul Dentin Hypersensitivity: Etiology, Diagnosis and Treatment; A Literature Review, penggunaan pasta gigi yang mengandung natrium fluorida dan kalsium fosfat dapat membantu menurunkan dentin hypersensitive.

2. Batasi pengonsumsian asupan manis dan asam

Cara pencegahan lainnya yang bisa kamu lakukan dengan membatasi asupan yang manis dan asam. Mengonsumsi makanan manis juga dapat meningkatkan risiko gigi berlubang yang bisa memicu kondisi ini semakin memburuk.

3. Memperbanyak air putih

Jangan lupa untuk memperbanyak asupan air putih. Mengonsumsi air putih bisa menghilangkan bakteri yang ada pada gigi. Dengan begitu, tidak akan ada pertumbuhan bakteri pada gigi yang berisiko memicu gangguan kesehatan.

4. Penuhi kebutuhan vitamin yang baik untuk kesehatan gigi

Untuk menjaga kesehatan gigi, jangan lupa memenuhi asupan vitamin dan mineral yang dibutuhkan. Mulai dari kalsium, vitamin D, potasium, fosfor, vitamin C, K, dan A.

Kamu bisa memenuhi kebutuhan tersebut dengan mengonsumsi sayuran, buah, hingga suplemen vitamin.

5. Cara lainnya

Kamu juga bisa melakukan beberapa cara lain untuk mengatasi gigi sensitif, seperti:

  • Mengganti sikat gigi 2-3 bulan sekali.
  • Tidak menyikat gigi secara langsung setelah makan.
  • Hindari produk perawatan mulut dan gigi dengan kandungan bahan kimia.
  • Lakukan kunjungan dokter gigi setiap enam bulan sekali.
  • Hindari alkohol.

Pemeriksaan gigi sensitif di Bandung

Jika gigi sering ngilu, pemeriksaan dapat membantu mencari tahu apakah penyebabnya berasal dari sensitivitas dentin atau kondisi lain yang memerlukan perawatan. Klinik Utama My Dental adalah klinik gigi spesialis di Bandung yang dapat menjadi pilihan untuk berkonsultasi dan memeriksakan keluhan gigi sensitif. Hubungi kami sekarang untuk mengetahui jadwal, lokasi, dan dokter yang sesuai dengan kebutuhan Anda.

Pertanyaan umum tentang gigi sensitif

Apakah gigi sensitif bisa sembuh sendiri?

Keluhan ringan dapat berkurang setelah pemicunya dihindari atau penggunaan pasta gigi sensitif secara rutin. Namun, jika ngilu menetap, berulang, atau makin berat, periksakan ke dokter gigi karena mungkin ada penyebab yang perlu ditangani.

Gigi ngilu saat sikat gigi, apa yang harus dilakukan?

Gunakan sikat berbulu lembut dan tekanan ringan. Jika ngilu terus terjadi, terutama pada satu gigi atau disertai gusi berdarah, jadwalkan pemeriksaan.

Apakah gigi sensitif pada satu gigi perlu diperiksa?

Sebaiknya diperiksa, khususnya bila nyeri tidak membaik, terasa saat menggigit, muncul tanpa pemicu, atau disertai bengkak. Satu gigi yang ngilu dapat memiliki penyebab lokal yang perlu dinilai langsung.


Bagaimana dokter gigi menentukan perawatan gigi sensitif?

Dokter gigi akan menilai gejala dan memeriksa gigi serta gusi untuk mencari penyebabnya. Perawatan ditentukan berdasarkan hasil pemeriksaan, misalnya sensitivitas dentin, karies, retakan, atau masalah tambalan. 

Gigi sensitif harus ke dokter gigi spesialis apa?

Mulailah dengan pemeriksaan dokter gigi. Gigi sensitif tidak otomatis membutuhkan dokter spesialis tertentu karena penyebabnya bisa berasal dari enamel, akar gigi, gusi, lubang, retakan, atau tambalan. Jika diperlukan, dokter gigi dapat merujuk ke Sp.KG (Konservasi Gigi) untuk masalah pada struktur atau bagian dalam gigi, atau Sp.Perio (Periodonsia) bila berkaitan dengan gusi. Rujukan ditentukan setelah pemeriksaan

Di mana konsultasi gigi sensitif di Bandung?

Warga yang mencari dokter gigi Bandung atau klinik gigi spesialis Bandung dapat menghubungi Klinik Utama My Dental untuk menanyakan jadwal dan layanan pemeriksaan gigi sensitif.
Berikut dokter spesialis yang membantu menangani masalah gigi sensitif di Klinik Utama My Dental beserta Jadwalnya:

- drg. Fadli Azhari, Sp.KG.
- drg. Ellizabeth Yunita, Sp.KG.
- drg. Reitha Mega Putri, Sp.KG.
- drg. Kelvin Gohan, Sp.Perio.

Atau Hubungi kami sekarang untuk mengetahui jadwal, lokasi, dan dokter yang sesuai dengan kebutuhan Anda.

 

MITRA KAMI

  • Klinik Utama My Dental
  • Klinik Pratama My Dental & Medical